Sertifikat badan usaha jasa kontruksi

Informasi Tentang SBU

Sertifikat badan usaha (SBU) adalah sertifikat tanda bukti pengakuan formal atas tingkat / keadaan kempetensi dan kemampuan usaha dengan ketetapan klasifikasi dan kualifikasi badan usaha

Untuk mendapatkan IUJK dibutuhkan sertifikat badan usaha yang terakreditasi oleh LPJK sebagai tanda bukti pengakuan dalam penerapan subkualifikasi atas kompetensi dan kemampuan usaha dibidang jasa pelaksana konstruksi / kontraktor atau jasa perencana dan pengawasan konstruksi / konsultan. Badan usaha yang sudah memiliki IUJK dapat dengan leluasi mengikuti tender/lelang diseluruh Indonesia.

SBU konstruksi dikeluarkan oleh asosiasi perusahaan melalui pemeriksaan dokumen perusahaan / verifikasi oleh team USBU yaitu Unit Sertifikasi Badan Usaha. Setelah melewati verrifikasi USBU. Maka SBU dapat dikeluarkan oleh asosiasi terkait dan disahkan oleh LPJKD/LPJKN

Alur proses SBU

SKT / SKA

KTA Asosiasi

SBU

Kualifikasi usaha jasa konstruksi

Masuk sub kualifikasi berapakah perusahaan anda ?

Kualifikasi adalah penggolongan  usaha jasa pelaksana konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi dan petensi kemampuan usaha atau golongan profesi dan keahlian kerja orang perseorangan dibidang jasa konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi dan kemampuan profesi dan keahlian.

Kualifikasi badan usaha jasa pelaksana konstruksi meliputi:

  • Kualifikasi kecil adalah kualifikasi perusahaan atau badan usaha jasa konstruksi yang mampu melaksanakan pekerjaan dengan resiko kecil, berteknologi sederhana tinggi dan biaya yang kecil.
  • Kualifikasi menengah adalah kualifikasi perusahaan atau badan usaha jasa konstruksi yang mampu melaksanakan perkerjaan dengan resiko sedang, berteknologi sedang atau tinggi dan biaya yang tidak kecil.
  • Kualifikasi besar adalah kualifikasi perusahaan atau badan usaha jasa konstruksi yang mampu melaksanakan pekerjaan dengan resiko tinggi. Berteknologi tinggi dan canggih serta membutuhkan biaya yang sangat besar.

Penerapan Kualifikasi usaha untuk badan usaha baru

  1. badan usaha yang berbadan hokum bersifat umum (PT). tanpa memiliki pengalaman pekerjaan atau baru berdiri, dan memiliki modal disetor sama atau lebih besar dari Rp. 1 Milyar tercantum dalam akta pendirian usaha atau perubahannya. Dapat diberi kualifikasi M1 dan maksimum diberi 4 (empat) subbidang pekerjaan atau bagian subbidang pekerjaan.
  2. badan usaha kualifikasi M1 tersebut pada item 1, dapat mengajukan penambahan subbidang atau bidang subbidang pekerjaan baru sesuai dengan perolehan pekerjaan dari subbidang atau bagian subbidang pekerjaan yang dimilikinya dalam kurun waktu lebih dari 6 bulan sejak diterbitkan sertifikat. Dengan syarat melampirkan bukti perolehan pekerjaan tersebut. Yang batas jumlahnya sesuai dengan yang ditetapkan untuk kualifikasi M1.
  3. Badan usaha yang bersifat umum (PT, CV, Firma, Koperasi), tanpa memiliki pengalaman atau baru memiliki modal disetor kurang dari Rp. 1 milyar dan tercantum dalam akta pendirian badan usaha atau perubahannya. Dapat diberi kualifikasi K1 dengan maksimum diberi 4 subbidang atau bagian subbidang pekerjaan.
  4. Badan usaha asing (PT.PMA) hanya dapat diberikan kualifikasi B1 dan harus telah memiliki pengalaman dengan total nilai kumulatif minimum Rp. 250 milyar/ 10 tahun atau memiliki nilai pengalaman tertinggi pekerjaan minimal Rp. 84 Milyar / 10 tahun.